Perairan Laut KLU Terpantau Normal, Nelayan Masih Aman Melaut

Download PDF

Anomali cuaca selama musim penghujan dalam beberapa bulan terakhir, kerap kali menyebabkan perubahan arah gelombang dan pergerakan angin laut yang tak menentu.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan, Dishubparkominfo lombok utara menyatakan dalam sepekan terakhir pergerakan angin dikawasan perairan laut lombok utara cukup fluktuatif, berkisar antara 25-27 Km/jam dengan ketinggian gelombang 1,3 hingga 1,5 meter.

Hal itu membuat sejumlah warga nelayan diwilayah pesisir kecamatan Kayang dan Bayan khawatirkan untuk melakukukan rutinitas menangkap ikan diperairan laut dalam, apalagi mengingat kejadian tenggelam nya kapal penumpang “Munawar” beberapa hari lalu diperairan Selat Alas, Lotim yang menyebabkan sejumlah korban jiwa.

Terhadap kondisi cuaca itu Dinas kelautan dan Perikanan DPPKKP lombok utara mengeluarkan peringatan agar para nelayan lebih berhati-hati ditengah laut, bahkan menghindari atau tidak melaut saat hujan lebat.

Namun berbeda dengan analisa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) lombok utara. Kepala BPBD Iwan Maret Asmara menyebutkan ketinggian gelombang antara 1,3-1,5 meter dengan rata-rata 25 Km/jam kecepatan angin, masih kategori normal dilaut Utara, ungkap nya kepada RRI di Tanjung, Ahad (5/1/14).

Ia menyatakan dengan kondisi tersebut warga nelayan masih bisa beraktivitas, karena masih bisa dilewati dan di kondisikan oleh para nelayan yang telah terbiasa sepanjang tidak melewati radius areal pengakapan ikan yang telah ditentukan.

Iwan menyebutkan meski kondisi air laut sering berubah, namun sementara ini dirinya tidak melarang nelayan untuk melaut, sebab itu menyangkut soal nafkah dan kelanjutan ekonomi keluarga nelayan. Namun jika harus melaut para nelayan diminta harus lebih wasapada ketika terjadi peningkatan kadar gelombang dan angin dilaut ditengah samudera.

Marsam RRI Mataram